by

RS Columbia Asia Medan: Berikut Metode Cuci Darah untuk Mengatasi Gagal Ginjal

Di dalam tubuh manusia terdapat banyak sekali organ penting yang harus dijaga kesehatannya agar bisa berfungsi dengan baik. Namun karena beberapa sebab, tak jarang seseorang mengalami gangguan kesehatan pada organ tubuhnya. Salah satu organ tubuh yang kerap mengalami kesehatan adalah ginjal. Seperti yang kita tahu, organ tubuh yang satu ini memiliki peran yang sangat vital, yaitu menyaring darah sebelum mengirim kembali ke jantung, membuang limbah dan racun dari dalam tubuh, serta membantu mengeluarkannya dalam bentuk urine. Tak hanya itu saja, ginjal juga berperan dalam menjaga keseimbangan seluruh cairan dalam tubuh. Namun karena beberapa sebab, ginjal seseorang ada yang mengalami gangguan kesehatan, seperti gagal ginjal yang mengharuskan untuk cuci darah atau hemodialisis. Layanan ini biasanya hanya tersedia pada beberapa rumah sakit besar, seperti RS Columbia Asia Medan misalnya.

Cuci darah atau hemodialisis menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan ketika ginjal tidak lagi berfungsi dengan baik, dimana menggunakan bantuan alat medis untuk melakukannya. Perlu diketahui, normalnya penyaringan darah merupakan tugas dari ginjal. Namun pada penderita ginjal, fungsi organ ini tidak bisa dilakukan secara optimal. Ketika ginjal gagal dalam membersihkan darah, terjadilah penumpukan limbah, racun, dan cairan dalam darah. Hal ini memiliki resiko membahayakan kesehatan seluruh tubuh.

Namun, tentu saja perlu analisa dari dokter dan serangkaian tes medis juga untuk menentukan seseorang perlu atau tidaknya melakukan cuci darah. Beberapa hal yang menjadi tolak ukur, diantaranya kadar kreatin dan ureum dalam darah, kemampuan tubuh mengatasi kelebihan air, kecepatan ginjal dalam menyaring darah, serta keluhan tertentu yang mengacu pada gangguan jantung, perut, pernapasan, ataupun kebas di kaki.

Dalam melakukan proses cuci darah, ada dua metode yang bisa dipilih oleh pasien, yaitu:

  • Hemodialisis.

Metode yang satu ini termasuk yang paling banyak dikenal oleh orang-orang. Pada metode hemodialisis menggunakan mesin khusus untuk menyaring darah dalam menggantikan ginjal yang rusak. Pada proses ini, petugas medis biasanya akan memasukkan jarum pada pembuluh darah dengan tujuan untuk menghubungkan aliran darah dari tubuh ke mesin pencuci dara. Selanjutnya darah kotor akan disaring pada mesin pencuci darah, untuk selanjutnya darah yang bersih akan dialirkan kembali ke dalam tubuh.

  • Dialisis peritonel.

Merupakan metode cuci darah yang menggunakan peritoneum (selaput dalam rongga perut) sebagai alat penyaring. Peritoneum ini memiliki ribuan pembuluh darah kecil yang berfungsi seperti ginjal.

Proses cuci darah tidak akan menyebabkan pasien penderita ginjal merasakan sakit atau rasa tidak nyaman. Namun tak jarang juga beberapa diantara mereka ada yang mengalami sakit kepala, mual, muntah, tekanan darah turun, kram, mudah lelah, serta kulit menjadi kering dan gatal. Meskipun kondisi-kondisi yang sudah disebutkan sebelumnya ini bisa dirasakan oleh pasien, namun pasien yang melakukan cuci darah tetap bisa beraktivitas sebagaimana biasanya, seperti bekerja, sekolah, dll.

Cuci darah merupakan bentuk pertolongan untuk mengatasi persoalan organ ginjal yang rusak. Pada penderita gagal ginjal, kegiatan cuci darah ini juga membantu untuk mengendalikan tekanan darah, serta mengatur kadar mineral dan elektrolit pada tubuh. Nah, untuk Anda yang masih memiliki ginjal sehat, sebaiknya lakukan pola hidup sehat agar terhindar dari resiko gagal ginjal ataupun kerusakan ginjal lainnya. Serta lakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk memantau kondisi ginjal. Anda bisa melakukannya di rumah sakit besar, seperti RS Columbia Asia Medan ataupun rumah sakit besar lainnya yang menyediakan layanan ini.

News Feed